"Indah", maafkan aku,
tidak terbersit sedetikpun untuk menjadi dingin.
"Indah", maafkan aku,
bila diantara kita jadi berbatas.
Batas memang sudah ada,
sedari dulu.
Namun aku terus berlari,
menerjang batasan.
Mencoba bermain api.
Semua salahku.
"Indah"maafkan aku,
aku akan tetap sayang kamu,
sebagai teman.